Wednesday, February 27, 2013

RECTOVERSO, Cinta yang Tak Tersampaikan

“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”

"Kadang - kadang pilihan yang terbaik adalah menerima..."
― Dee, Rectoverso



RECTOVERSO

Film yang ga happy ending.
Selama ini, setiap nonton film yang ga happy ending, aku selalu nyesel..
Nyesel udah nonton, kerna cuma bikin sedih doang. Perasaan tuh rasanya ga plong.
Kan nonton itu hiburan, masa hiburan malah bikin kita sedih, atuh gimana..
hhe

Dan film ini film pertama (kalau ga salah..*sendirinya ga yakin. hhe) yang aku ga nyesel udah nonton..walaupun akhirnya ga bahagia...
T.T
Walaupun sedih, tapi masih membekas di hati..(tsaaah..) *soalnya biasanya yang sedih-sedih langsung dibuang jauh-jauh..hhe.
Dan untungnya, aku belum baca novelnya. Kan mungkin aja aku punya pandangan beda klo udah baca novelnya lebih dulu..
hha

Mungkin sebagian orang males nonton film yang berupa kumpulan cerita gini..
Tapi aku sih seneng..:D
*syarat: ceritanya bagus-bagus
hhe
Walaupun ceritanya ga cuma 1, tapi temanya sama.. ada kesamaan di setiap ceritanya..
Cinta yang tak tersampaikan..

Kerennya, setiap cerita di film ini sutradaranya beda..:D
Setiap orang kan punya style yang beda-beda, jadinya waktu digabung jadi unik..
Dan yang lebih keren lagi, sutradaranya semua cewek..!!
mantep..!lagi yang lebih lebih lebih keren lagi, pemainnya oke-oke..:D
Haha
Recommended..!
:)

NB: Cerita yang paling aku suka yang "Malaikat Juga Tahu"..:)


Hanya Isyarat
Ceritanya berlatar pantai..
Tentang Al (Amanda Soekasah) yang jatuh cinta sama salah seorang backpacker, Raga (Hamish Daud), dan ga kan pernah bisa menyampaikan perasaannya.
Bahagia hanya dengan melihat punggungnya dan tahu warna matanya.

Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta
Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja
Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan

-Dee Lestari (Hanya Isyarat)



Malaikat Juga Tahu
Cerita tentang si Abang (Lukman Sardi) yang menderita autism dan jatuh cinta sama salah seorang anak kos ibunya, Leia (Prisia Nasution). Cinta yang tulus tapi ga kan bisa jadi kenyataan.

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

-Glenn Fredly, Malaikat Juga Tahu

Seratus itu sempurna
Tapi kamu satu lebih sempurna
-Abang dalam Rectoverso



Cicak di Dinding

Tentang Taja (Yama Carlos) dan Saras (Sophia Latjuba) yang saling jatuh cinta tapi kemudian Saras pergi (ga ngerti kenapa). Setelah lama, mereka ketemu lagi di pameran lukisannya Taja. Dan ternyata Saras udah jadi calon pengantin temen dekat Taja yang udah dianggapnya abang sendiri.



Curhat Buat Sahabat
Tentang dua orang sahabat, Amanda (Acha Septriasa) yang supel dan Reggie (Indra Birowo) yang kalem. Amanda yang selalu curhat apa aja ke Reggie yang selalu siap jadi pendengar setia, termasuk kisah-kisah cintanya yang ga pernah ebrakhir bahagia. Regiie yang selalu ada kapanpun Amanda butuh.

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkanku bercerita

Telah jauh kumendaki
Sesak udara diatas puncak khayalan
Jangan sampai kau disana
Telah jauh kuterjatuh
Pedihnya luka didasar jurang kecewa
Dan kini sampailah aku disini

Yang cuma ingin diam
Duduk ditempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air ditangannya
Kala ku terbaring sakit
Yang sudi dekat
Mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik
Pandang aku kau tak sendiri
Oh dewiku

Dan demi Tuhan
Hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Telah lama
Kumenanti satu malam sunyi
Untukku akhiri
Dan usai tangis ini
Aku kan berjanji

Untuk diam
Duduk ditempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air ditangannya
Kala ku terbaring sakit
Menentang malam
Tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik selamat tidur
Tak perlu bermimpi bersamaku

Wahai Tuhan
Jangan bilang lagi
Itu terlalu tinggi

Jangan bilang lagi
Itu terlalu… tinggi

-Curhat Buat Sahabat, Rectoverso



Firasat
Tentang Senja (Asmirandah, yang kata temen yang ikutan nonton: Cantik Banget. hha) yang gabung ke klub firasat, tempat para anggotanya berbagi cerita tentang pertanda dan firasat. Senja gabung kerna dia selalu dapat firasat setiap ada orang dekatnya yang bakal meninggal. Kemudian Senja jatuh cinta sama Panca (Dwi Sasono), ketua klub firasat. Tapi ga lama, Senja kembali ngerasain firasat kalau seseorang di dekatnya bakal meninggal.


Bagaimana kita bisa tau sesuatu firasat atau bukan?
Kamu harus cek ke dalam dan cek ke luar. Pesan yang sama biasanya datang berulang. Lewat suara hati dan gejala alam. Dan biarpun pikiran kamu ingin menyangkal, seluruh sel tubuh kamu seperti sudah tahu.
Lalu..... kalau saya tidak suka dengan yang dikatakan firasat saya, lantas apa?
Kamu hanya perlu menerima. Ketika belum terjadi, terima firasatnya. Ketika sudah terjadi, terima kejadiannya. Menolak, menyangkal cuma bikin kamu lelah.
Perlukah saya memperingatkan? Kalau saya kasih peringatan pada orang yang bersangkutan, kejadiannya bisa batal, kan?
Batal atau tidak ,yang memang harus terjadi akan terjadi. Kalau kamu rasa perlu memperingatkan pasti kamu akan dimampukan. Tapi kalau ternyata tidak perlu, sekuat apa pun kamu kepingin, kamu tidak akan bisa.
-Firasat, Rectoverso

“Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran. Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?”
-Firasat, Rectoverso

Kadang-kadang pilihan yang terbaik adalah menerima.
-Rectoverso
Share:

2 comments:

Istiqomah Nurfitri said...

aku belom jadi nonton loh! huehe :p

Fauziah Nur said...

hyaah... nonton laah..:D
bagus loh..#jempol
wehe