Sunday, November 05, 2017

Pembenaran Diri

Masih kepikiran
Dua malam lalu, mungkin sekitar pukul setengah 8 malam, lepas pulang dari kantor
Biasanya pergi pulang naik tram, tapi Jumat malam kemarin aku memutuskan jalan kaki
Sambil menikmati suasana romantis di sepanjang Sungai Garonne


Tak jauh dari pintu utama gedung apartemen, langkahku sempat terhenti
Di sisi kiri trotoar jalan yang aku lewati, terlihat seorang bapak sedang berjalan dengan susah payah
Selangkah demi selangkah, ke arah yang berlawanan
Di antara gedung dan mobil-mobil yang di parkir di sisi jalan
Kebetulan aku jalan di tengah jalan, karena jalanan di depan kompleks gedung ini memang biasa sepi kendaraan
Terlebih lagi trotoar di sisi jalan sangat kecil ukurannya
Terkadang juga susah dilewati karena satu dua kotak sampah yang diletakkan di luar oleh pemilik gedung
Untuk dikumpulkan oleh truck pengumpul sampah


Sambil tetap melangkah pelan, aku memperhatikan beliau
Sebungkus plastik berukuran lumayan besar terlihat di sisinya
Melangkah sekali, memindahkan plastik ke depan, kemudian melangkah lagi
Tubuhnya terlihat sudah tidak lagi mampu untuk berdiri tegak
Tangannya di pinggul
Seolah-olah menyokong tubuhnya untuk tetap dapat berdiri


Ada begitu banyak pertanyaan yang terlintas di benakku saat itu
Segala kemungkinan mengenai identitas beliau, apa yang ada di plastik di tangannya,
kemana tujuannya, dan mengapa dia ada di situasi itu
Juga segala kemungkinan mengenai apa yang seharusnya aku lakukan

Sayangnya perasaan kuat untuk membantu beliau dikalahkan begitu saja oleh rasa takut dan kurangnya rasa percaya diri
Bukan, bukan takut akan hal yang tidak diinginkan
Apa yang patut ditakutkan dari seseorang yang bersusah payah bahkan untuk melangkah?
Aku takut intensiku untuk membantu bukan sesuatu yang diinginkan
Terlebih lagi aku hanya bisa berbahasa Inggris
Hampir semua penduduk lokal di kota ini menggunakan bahasa Prancis


Faktor lain adalah soal penampilan
Walaupun di kota ini terdapat sejumlah penduduk muslim, yang kebanyakan berasal dari Maroko,
Namun di lingkungan sekitar tempat tinggalku ini, hanya aku yang memakai kerudung
Bukan, bukan aku malu mengenai agama yang kupeluk
Tapi aku bisa merasakan perbedaan atmosfer antara hidup disini dan di Belanda
Aku sadar sebagian besar dari apa yang aku rasakan ini lebih karena aku baru di lingkungan ini
Mungkin lirikan orang bukan karena penampilanku,
tapi lebih karena aku masih baru dan terlihat asing disini
Ya, sepertinya begitu


Aku berpikir keras bagaimana caranya untuk menawarkan bantuan tanpa komunikasi verbal dan tidak terlihat aneh
Aneh? Ntah lah, kenapa ada kata aneh terlintas saat itu
Sedikit menyesal aku tak punya sesuatu apapun di dalam tas, apel misalnya, roti, atau cokelat
Atau jaket. Ya, malam itu memang jauh lebih dingin dari malam-malam sebelumnya
Ntah juga, kenapa aku berpikiran begini ya?
Memangnya semua orang yang terlihat jalan dengan susah payah, butuh makanan?
Butuh jaket?


Berlatarbelakang berbagai justifikasi murahan tadi,
Aku menyerah
Aku melanjutkan langkah, pelan
Pintu apartemen hanya beberapa langkah di depan, di sisi jalan yang sama

Kunci sudah ditangan, hanya perlu membuka kunci pintu dan masuk
Tapi langkahku masih terasa sangat berat
Aku berpaling dan melihat beliau berhenti melangkah, memegang pinggang, kemudian bersandar ke sebuah mobil

Disaat yang sama, seorang bapak lain, mungkin berumur sekitar 40-50an, keluar dari rumah di sisi lain jalan
Bapak tersebut terlihat memegang beberapa barang di tangannya
Menyeberang jalan dan memasukkan barang-barang tadi ke dalam mobil yang di parkir tak jauh dari aku berdiri
Kemudian menatap heran aku yang lama berdiri diam
Lalu menoleh mengikuti arah pandanganku
Ya, aku hanya berdiri diam mematung di depan pintu apartemen
Sambil memperhatikan bapak tua tadi, yang sedang bersandar di mobil


Beberapa detik kemudian, aku memutuskan membuka pintu dan melangkah masuk

__________________________________________________



Ada sedikit rasa penyesalan yang aku rasakan bahkan sampai hari ini
Kenapa hanya untuk mengulurkan tangan harus dipenuhi berbagai hipotesis?


Share:

0 comments: